Post

Kartu Bergambar Alat Komunikasi Jamaah Haji

In berita Haji on November 12, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , , , ,

Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan, dr Barita Sitompul, mengatakan saat ini pihaknya menyiapkan kartu bergambar untuk memudahkan jamaah yang harus dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Kartu tersebut tersebut merupakan terobosan PPIH tahun lalu yang diteruskan hingga sekarang.

Kartu itu terbuat dari kertas manila ukuran A4 yang bergambar beberapa macam aktivitas. Antara lain, gambar orang sakit perut, sakit kepala, menggigil, minum, berkemih, muntah-muntah, serta gambar toilet.

“Dengan kartu itulah pasien kita berkomunikasi dengan perawat di RS Arab Saudi. Kalau haus, dia tinggal panggil perawat kemudian menunjuk gambar orang minum, kalau ingin pipis tinggal tunjuk gambar orang berkemih,” terangnya, Rabu (11/11/2009).

Rencanya kartu tersebut akan dicetak sebanyak 200 yang akan diberikan kepada setiap pasien yang perlu dirujuk ke RS Arab Saudi.

“Selama ini, banyak jemaah yang tidak mau dirawat di RA Arab Saudi karena khawatir sulit berkomunikasi dengan perawat atau dokter. Namun dengan kartu ini kendala itu bisa diatasi,” pungkas Barita

Post

Menag: Biro Travel Haji Banyak Yang Ilegal

In berita Haji on November 12, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , , , , , , , , , , ,

Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan bahwa dari 220 biro perjalanan haji hanya 120 yang memenuhi persyaratan, sedangkan sisanya adalah ilegal.

“Hanya 120 biro travel haji yang memenuhi syarat sebagaimana ditentukan Departemen Agama,” katanya setelah menghadiri pengukuhan KH Ali Maschan Moesa sebagai guru besar IAIN Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur, Rabu.

Ia menduga banyaknya biro travel haji yang tidak memenuhi syarat itu menyebabkan banyak jamaah calon haji Indonesia yang terkatung-katung nasibnya.

“Itu karena mereka tetap menerima pendaftaran masyarakat yang menunaikan ibadah haji, padahal kuotanya sudah habis, sehingga banyak jamaah haji nonkuota yang tidak jelas nasibnya,” katanya.

Menurut dia, pihaknya mencatat ada 191.000 jamaah haji reguler yang mendapatkan visa dan 17.240 jamaah haji khusus yang juga memegang visa.

“Kalau jumlahnya di luar itu maka perlu dipertanyakan kepada Pemerintah Arab Saudi, kenapa bisa membengkak jumlahnya,” katanya.

Ia mengatakan para jamaah haji nonkuota itu bisa saja melakukan ibadah haji, namun tidak ada jaminan dalam hal pemondokan, transportasi, dan makan.

“Namun, pemerintah Indonesia tetap akan bertanggungjawab terhadap nasib para jamaah haji itu, mengingat mereka merupakan warga negara Indonesia yang akan tetap kita perhatikan,” katanya.

Post

Hamas-Fatah Buka Perjalanan Haji Warga Gaza

In berita Haji on November 11, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , ,

GAZA–Ratusan warga Jalur Gaza berangkat ke Makkah, Jumat, untuk ibadah haji tahunan, setelah Hamas dan Fatah mengesampingkan perselisihan mereka untuk menyetujui daftar 4.500 peserta perjalanan itu. Israel juga membolehkan pengiriman vaksin ke Gaza untuk menangkal virus flu H1N1, guna melindungi jamaah dari penyakit flu babi. Vaksinasi dilaksanakan ketika jamaah masuk Mesir melalui perlintasan Rafah di ujung selatan jalur itu.

Warga Palestina dari Gaza tidak dapat melakukan ibadah haji tahun lalu karena perselisihan antara kedua gerakan politik penting Palestina itu. Kelompok Islam Hamas merebut kekuasan jalur pantai miskin itu pada 2007 dan mengusir para anggota kelompok sekuler Fatah.

Meskipun ada satu tahun penengahan Mesir, kedua kelompok itu tidak berusaha untuk mendamaikan perbedaan mereka atau bahkan menyetujui mengenai jadwal langkah-langkah ke arah berakhirnya perbedaan prinsip. Namun pemerintah yang dipimpin-Fatah di Tepi Barat dan pemerintah Hamas di Gaza telah berusaha untuk menyetujui daftar nama untuk diajukan pada pemerintah Arab Saudi yang menyelenggarakan ibadah haji.

Sami Abdallah, 34, warga Gaza, berharap kerja sama Hamas-Fatah dapat menjadi model untuk menyembuhkan pembelahan politik yang telah memecah-belah Palestina. “Saya minta mereka untuk mengakhiri pembagian itu atau membiarkan kami sendiri,” tegas Abdallah, yang menyertai ibunya dalam ibadah haji itu.

Post

11 Pos di Makkah cegah Haji ilegal

In berita Haji on November 11, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , , , , , , , , ,

Pemerintah Arab Saudi mendirikan 11 pos pemeriksaan di seluruh pintu masuk kota Makkah, Arab Saudi. Pos-pos pemeriksaan yang menggunakan peralatan berteknologi canggih ini untuk mencegah masuknya jamaah haji ilegal.

“Kami memiliki staf yang berkualitas dari angkatan laut, udara dan darat yang ditempatkan di semua pintu masuk untuk menyambut dan melayani jamaah haji selama berada di Makkah dan Madinah,” kata Komandan Pasukan Keamanan Haji untuk Paspor Taghaleeb, Kolonel Ayied bin Al-Harbi kepada Arab News, yang juga dikutip Media Center Haji PPIH, Makkah, Senin (9/11/2009).

Ayied akan memberikan sanksi hukuman yang berat bagi setiap orang yang mencoba menyelundupkan jamaah haji domestik dan tidak mempunyai izin haji. Jamaah haji domestik perlu memiliki izin haji, vaksinasi dan foto kopi Iqama dan akan diperiksa di pos-pos pemeriksaan.

“Pelaku akan dikenakan denda 10.000 Riyals Saudi atau pidana penjara paling lama enam bulan atau terkena kedua hukuman tersebut,” tegasnya.

Ditambahkan Ayied, hukuman mungkin juga termasuk penyitaan kendaraan, pelanggaran terhadap pelayanan publik dan dideportasi.

“Kami memiliki alat untuk mengungkapkan dokumen-dokumen palsu dan juga memiliki pasukan keamanan untuk mencegah jamaah haji ilegal masuk ke Makkah melalui berbagai jalur darat,” jelasnya.

Sementara mengenai orang-orang yang masa tinggalnya sudah habis dan berada di bawah Jembatan Al-Mansour di Makkah, Kolonel Ayied mengatakan akan mendeportasi secara bertahap setelah dilakukan pemeriksaan sidik jari. Pihak imigrasi setempat akan berkoordinasi dengan aparat keamanan dan konsulat.

“Kami sedang bekerja keras mencarikan solusi akhir yang memastikan bahwa overstayers ilegal ini tidak akan pernah berani kembali,” tuturnya.

Post

Monorel untuk Angkut Jamaah Haji Tahun Depan

In berita Haji on November 11, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , , ,

Pemerintah Arab Saudi mulai mengoperasikan monorel tahun depan. Monorel ini nantinya dikhususkan untuk mengangkut jamaah calon haji seputar Makkah-Arafah-Muzdalifah dan Mina.

Wakil Menteri Urusan Perkotaan dan Pedesaan Arab Saudi, Habeeb Zain Al Abidine mengatakan, pihaknya akan menyiapkan 500 ribu monorel. Diperkiraan waktu untuk mengangkut seluruh jamaah dalam tempo 6-8 jam.

“Monorel ini, akan menggantikan fungsi 30 ribu bus yang selama ini dipergunakan untuk mengangkut jamaah haji,” kata Zain Al-Abidene ketika berbicara di seminar tentang proyek-proyek teknik sipil untuk haji seperti dilansir Arabnews, yang juga dikutip oleh Media Center Haji PPIH, Makkah, Senin (9/11/2009).

Zain Al-Abidine mengatakan, proyek monorel yang dibangun dengan biaya 675 miliar Riyal Saudi akan membawa perubahan besar dalam layanan tranportasi haji.

“Jika proyek ini berjalan sukses, kami akan mengembangkan dan menerapkan sistem monorel untuk pengangkutan jamaah haji di tempat-tempat lain,” jelasnya.

Pemerintah Arab Saudi sendiri saat ini tengah mengkaji untuk memperluas proyek monorel ke stasiun dekat Masjidil Haram di Makkah agar bisa integrasi dengan sistem angkutan lainya, seperti Haramain Railway yang menghubungkan Makkah dan Madinah. Proyek ini dilakukan dengan kerjasama pemerintah China, yang kesepakatannya telah ditandatangani di hadapan Raja Abdullah dan Presiden Cina Hu Jintao di Riyadh pada 10 Februari 2009 lalu.

Zain Al Abidine, yang juga Sekretaris Jenderal Komisi Pembangunan Makkah, Madinah dan tempat-tempat suci, mengatakan studi kelayakan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan internasional telah mengusulkan lima monorel yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan ibadah haji.

“Studi kelayakan monorel ini menyarankan, proyek kedua dibangun dua atau tiga tahun setelah pembangunan pertama,” katanya, seraya menambahkan bahwa satu monorel menelan biaya 4 miliar Riyal Saudi. Proyek pertama monorel diharapkan dapat mengangkut 1 juta jamaah haji dan 360 ribu jamaah lokal.

Post

Pemondokan Haji kurang dari 4.000 meter

In berita Haji on November 11, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , , ,

Pemerintah terus berupaya memaksimalkan pelayanan ibadah haji dari tahun ke tahun. Untuk tahun 2010, pemerintah menargetkan mendapatkan pemondokan haji yang jauhnya maksimal 4.000 meter dari Masjidil Haram. Dengan demikian, bisa meminimalisir kebutuhan transportasi jamaah di tanah suci.

Untuk musim haji tahun ini, pemondokan jamaah haji Indonesia dibagi dalam dua ring. Ring pertama berjarak maksimal 2 ribu meter dari Masjidil Haram. Sedangkan ring 2 berjarak maksimal 7 ribu meter dari Masjidil Haram.

Untuk masalah kesehatan dan catering, Menag berjanji akan semakin memaksimalkan pelayanan, agar kejadian-kejadian yang tidak diinginkan tahun lalu tidak terulang lagi.

Beliau menambahkan, hingga saat ini total jamaah haji yang meninggal dunia mencapai 21 orang, sementara 45 orang dirawat di rumah sakit. Bagi yang meninggal, Menag berjanji akan memberi santunan berupa asuransi sebesar Rp 32 juta bagi yang sakit. Sedangkan asuransi Rp 64 juta akan diberikan bagi jamaah haji yang meninggal akibat kecelakaan.

Post

Penyelenggara Haji Nonkuota Diminta Berkoordinasi

In berita Haji on November 6, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , , , ,

Sumber : ANTARA News, Kamis (5/11)

Kepala Daerah Kerja Mekah Badan Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (BPIH) Subhan Cholid meminta para penyelenggara haji swasta nonkuota berkoordinasi dengan departemen agama, guna menghindari terlantarnya jemaah calon haji (calhaj) yang dikelola mereka.

Menurut Subhan, para calhaj nonkuota tersebut bisa berangkat ke Tanah Suci dan memperoleh visa haji yang diurus sendiri oleh agen-agen perusahaan penyelenggara haji swasta dengan ongkos berkisar antara Rp50 juta sampai Rp70 juta, tergantung fasilitas yang mereka terima dan lamanya ibadah haji.

“Kewenangan penuh pemerintah Arab Saudi untuk mengeluarkan visa, dan kami tidak bisa melarangnya,” ujar Subhan seraya menambahkan, karena sudah ada yang mengurusnya, BPIH hanya memantau supaya pelayanan bagi para jemaah haji nonkuota itu berjalan lancar.

Menurut Kadaker, berbeda dengan haji BPIH Khusus (ONH Plus) dimana mulai pendaftaran, pembayaran biaya haji, pengurusan visa dan jadwal keberangkatan mereka yang dikoordinasikan dengan departemen agama, untuk calhaj nonkuota tersebut, departemen agama tidak tahu menahu.

Namun demikian, menurut Subhan, sejauh ini ia menyaksikan tidak ada masalah dan 80 calhaj nonkuota, Rabu (4/11) malam, telah mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Ke-80 calhaj itu sudah melewati proses pemeriksaan imigrasi dan membayar russum sebesar 1.029 Rial (Biaya akomodasi dan pemondokan selama melakukan ibadah haji di Tanah Suci) kepada “Maktab Wukala” (penyelenggara haji di Arab Saudi).

Pada bagian lain Subhan mengemukakan bahwa pada gelombang kedua kedatangan calon haji Indonesia mulai 7 sampai 22 November nanti, diperkirakan akan terjadi kelambatan-kelambatan jadwal pesawat mengingat tingginya frekuensi penerbangan di Bandara KAA Jeddah.

Menurut dia, jika pada gelombang pertama hanya sekitar tujuh sampai delapan kloter pesawat yang membawa calhaj Indonesia, pada gelombang kedua nanti, akan mendarat 20 sampai 25 kloter pesawat sehari.

Bandara KAA Jeddah saat itu diperkirakan akan didarati sekitar 160 pesawat sehari yang membawa para calhaj dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Menurut catatan, sampai hari Kamis, tercatat sekitar 101.550 calhaj gelombang pertama asal Indonesia yang tiba, baik melalui Bandara KAA Jeddah mapun Bandara Amir Muhammad Abdul Aziz, Madinah.

Pada Gelombang I calhaj berkumpul untuk melakukan “Arbain” (shalat waktu 40 hari) di Mesjid Nabawi, Madinah, sementara jemaah calhaj gelombang II (sekitar 90.000 orang) yang seluruhnya mendarat di Bandara debarkasi Jeddah, langsung diberangkatkan ke Mekah (sekitar 70 Km dari Jeddah).

Sementara itu, Koordinator Urusan Penjemputan Haji Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Arief Pramono mengemukakan bahwa sekitar 11.200 calhaj yang diberangkatkan oleh 79 biro perjalanan swasta di bawah koordinasi Himpuh sudah siap diberangkatkan setelah pengurusan dokumentasi mereka (visa dan barcode) selesai diurus.

Post

Calhaj Indonesia Jadi Korban Penipuan

In berita Haji on November 5, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , , , , , ,

Sumber : Suara Merdeka Cybernews, Kamis 05/11

Kasus penipuan sekaligus perampasan uang untuk kesekian kalinya dialami jemaah calon haji asal Indonesia. Kali ini musibah dialami oleh jemaah lanjut usia, Saisah Tamiami Adnan binti Tjarsa (70) asal Pekalongan. Saisah kehilangan tas berisi uang living cost senilai 1.400 riyal (sekitar Rp 3,5 juta) setelah ditipu orang tak dikenal, yang mengaku sebagai petugas haji Indonesia.

Menurut Kepala Sektor Khusus Jemaah Sesat Jalan Daker Mekah, Ali Saifuddin, dari penuturan Saisah diketahui bahwa kejadian bermula saat bersama rombongannya hendak tawaf Umrah, wudhu-nya batal. Saisah pun melapor ke kepala regu, dan kepala regu berpesan agar ia duduk dulu dan jangan pergi kemana-mana selagi menunggu rombongan selesai tawaf.

Tak lama kemudian dia didatangi orang Indonesia, berpakaian batik dan mengaku petugas. Petugas gadungan itu menawarkan bantuan mengantar ke tempat wudhu. Dan Saisah pun setuju. Seat menuju tempat wudhu wanita di depan Masjidil Haram orang tersebut meminta Saisah menitipkan tasnya, karena di tempat wudhu tidak boleh membawa tas, karena banyak pencopetan.

Saisah pun terbujuk dan juga mau diminta jalan duluan. Saat menengok kebelakang tiba-tiba orang Indonesia itu sudah menghilang.  Saisah panik dan langsung melapor pada polisi Arab Saudi yang ada disekitar lokasi. Atas modus operandi yang sama. Ali kembali mengingatkan agar para jemaah jangan percaya begitu saja kepada orang yang tidak dikenal walaupun dia adalah orang Indonesia.

Post

Jamaah Haji Khusus Gelombang Pertama Diberangkatkan

In berita Haji on November 4, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , , ,

Sumber : Republika Online, Rabu (04/11)

Sebanyak 153 calon jamaah haji yang mendaftarkan diri melalui jalur haji khusus (dulu bernama INH Plus), berhasil diberangkatkan, Rabu (4/11). Semua persyaratan administrasi calon haji khusus tersebut sudah selesai dan mereka tak mengalami kendala terbang ke tanah suci.

Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Departemen Agama, Abdul Ghafur Djawahir, mengatakan, pemerintah dan Departemen Agama sangat bersyukur tidak terjadi pembatalan pemberangkatan terhadap jamaah haji khusus, walaupun sempat terkendala soal penerbitan visa.

“Alhamdulillah tidak ada yang batal berangkat, jamaah haji khusus gelombang pertama diterbangkan semua hari ini,” ujar Ghafur kepada Republika, Rabu (4/11).

Dia menerangkan, jamaah haji khusus yang berangkat adalah jamaah dari Biro Perjalanan Haji Harrisah Holiday (48 orang), Andromeda (60 orang), dan Pandi Kencana (45 orang).

Menurut Ghafur, atas dorongan Menteri Agama dan koordinasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi, pengurusan barcode sebagai syarat penerbitan visa terus dilakukan bagi jamaah haji khusus lainnya.

Sampai Rabu (3/11) malam, kata Gahfur, sudah ada 20 perusahaan yang mendapatkan barcode. Pada musim haji tahun ini, dari 210 perusahaan (biro perjalanan ibadah haji dan umrah) yang mendapatkan ijin Menteri Agama, hanya 120 perusahaan yang memperoleh jamaah calon haji. “Sisanya tidak dapat jamaah.”

Masih adanya 100 perusahaan yang belum memperoleh barcode, lanjut Ghafur, tidak perlu membuat para calon haji jalur khusus khawatir. Penyelenggara dan pemerintah akan terus berkoordinasi untuk memproses pengurusan barcode.

“Insya Allah semuanya bisa terbang, ini kan waktunya saja agak lama, tapi semua barcode bisa dikeluarkan,” imbuh Ghafur optimistis.

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), mengucapkan terima kasih atas koordinasi yang dilakukan Menteri Agama, Suryadharma Ali, dengan Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia. Berkat koordinasi dan negosiasi Menag dan Kedubes Arab Saudi, pengurusan visa bisa dipercepat.

“Kami berterima kasih kepada Pak Menteri (Suryadharma Ali). Respons beliau turut menyebabkan jamaah haji khusus bisa diberangkatkan,” ujar Ketua Tim Haji Sektor Indonesia Amphuri, Sugeng Wuryanto.

Sugeng pun menjamin jika pemberangkatan jamaah haji khusus tahun ini tidak akan terlalu banyak masalah. “Apalagi sampai batal berangkat, insya Allah tidak akan terjadi,”  tegasnya.

Sugeng menerangkan, seluruh penyelenggara ibadah haji khusus kini sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk pemberangkatan calon haji. Pemberangkatan gelombang pertama diharapkan menjadi preseden baik untuk penerbangan selanjutnya.

Jamaah haji khusus secara bergelombang akan diterbangkan ke tanah suci mulai Rabu (4/11) sampai tanggal 21 November mendatang.

“Alhamdulillah, barcode untuk jamaah yang berangkat tanggal 8 (November) dan sebagian tanggal 14 (November) sudah ada yang keluar,” tandas Sugeng.

Post

Saudi tolak haji dipolitisir

In berita Haji on November 4, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , , , , , , , , , ,

Sumber : BBCIndonesia.com, Selasa (03/11)
Arab Saudi memperingatkan para jamaah haji untuk tidak menggelar unjuk rasa selama menunaikan ibadah haji. Sebuah peringatan yang ditujukan pada Iran yang meyakini haji mempunyai dimensi politik disamping spiritual.

Pernyataan yang dikeluarkan kabinet Saudi tersebut tidak menyebut Iran tetapi mengikuti pernyataan para pemimpin Iran mengenai ibadah haji.

Pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengatakan warga Syiah sudah selayaknya mengemukakan perubahan.

Pemerintah Saudi yang Sunni mengatakan keributan politik akan mengganggu jemaah dan membahayakan keselamatan mereka.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan Teheran akan mengambil langkah seperlunya kalau jemaah haji Iran mengalami pembatasan selama pelaksanaan ibadah haji.

Sementara Ayatollah Khamenei meminta pemerintah Saudi untuk mengambil tindakan atas tuduhan adanya salah urus terhadap warga Syiah di Arab Saudi.

Tahun 1987 kalangan Syiah, kebanyakan dari Iran, bentrok dengan polisi Arab Saudi dalam sebuah protes anti Amerika saat menjalankan ibadah haji. 402 orang diketahui meninggal gara-gara peristiwa itu.

Sejak peristiwa itu tidak ada lagi protes besar-besaran dan polisi Saudi meningkatkan penjagaan keamanan besar-besaran.

Ratusan ribu ummat mulai berdatangan di Mekkah dan Medinah menjelang pelaksanaan haji yang akan jatuh akhir bulan November.

Sekitar dua juta ummat islam melaksanakan ibadah haji setiap tahunnya.