Sumber : Republika Online, Rabu (04/11)
Sebanyak 153 calon jamaah haji yang mendaftarkan diri melalui jalur haji khusus (dulu bernama INH Plus), berhasil diberangkatkan, Rabu (4/11). Semua persyaratan administrasi calon haji khusus tersebut sudah selesai dan mereka tak mengalami kendala terbang ke tanah suci.
Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Departemen Agama, Abdul Ghafur Djawahir, mengatakan, pemerintah dan Departemen Agama sangat bersyukur tidak terjadi pembatalan pemberangkatan terhadap jamaah haji khusus, walaupun sempat terkendala soal penerbitan visa.
“Alhamdulillah tidak ada yang batal berangkat, jamaah haji khusus gelombang pertama diterbangkan semua hari ini,” ujar Ghafur kepada Republika, Rabu (4/11).
Dia menerangkan, jamaah haji khusus yang berangkat adalah jamaah dari Biro Perjalanan Haji Harrisah Holiday (48 orang), Andromeda (60 orang), dan Pandi Kencana (45 orang).
Menurut Ghafur, atas dorongan Menteri Agama dan koordinasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi, pengurusan barcode sebagai syarat penerbitan visa terus dilakukan bagi jamaah haji khusus lainnya.
Sampai Rabu (3/11) malam, kata Gahfur, sudah ada 20 perusahaan yang mendapatkan barcode. Pada musim haji tahun ini, dari 210 perusahaan (biro perjalanan ibadah haji dan umrah) yang mendapatkan ijin Menteri Agama, hanya 120 perusahaan yang memperoleh jamaah calon haji. “Sisanya tidak dapat jamaah.”
Masih adanya 100 perusahaan yang belum memperoleh barcode, lanjut Ghafur, tidak perlu membuat para calon haji jalur khusus khawatir. Penyelenggara dan pemerintah akan terus berkoordinasi untuk memproses pengurusan barcode.
“Insya Allah semuanya bisa terbang, ini kan waktunya saja agak lama, tapi semua barcode bisa dikeluarkan,” imbuh Ghafur optimistis.
Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), mengucapkan terima kasih atas koordinasi yang dilakukan Menteri Agama, Suryadharma Ali, dengan Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia. Berkat koordinasi dan negosiasi Menag dan Kedubes Arab Saudi, pengurusan visa bisa dipercepat.
“Kami berterima kasih kepada Pak Menteri (Suryadharma Ali). Respons beliau turut menyebabkan jamaah haji khusus bisa diberangkatkan,” ujar Ketua Tim Haji Sektor Indonesia Amphuri, Sugeng Wuryanto.
Sugeng pun menjamin jika pemberangkatan jamaah haji khusus tahun ini tidak akan terlalu banyak masalah. “Apalagi sampai batal berangkat, insya Allah tidak akan terjadi,” tegasnya.
Sugeng menerangkan, seluruh penyelenggara ibadah haji khusus kini sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk pemberangkatan calon haji. Pemberangkatan gelombang pertama diharapkan menjadi preseden baik untuk penerbangan selanjutnya.
Jamaah haji khusus secara bergelombang akan diterbangkan ke tanah suci mulai Rabu (4/11) sampai tanggal 21 November mendatang.
“Alhamdulillah, barcode untuk jamaah yang berangkat tanggal 8 (November) dan sebagian tanggal 14 (November) sudah ada yang keluar,” tandas Sugeng.