Post

Nasofaringitis Akut pada Jamaah Haji Indonesia

In berita Haji on December 9, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , , ,

Sumber : Detikcom, Sabtu/5 Desember 2009

Makkah – Mayoritas jamaah haji Indonesia terserang Nasofaringitis akut. Penyakit ini selalu menempati urutan pertama dari sepuluh besar jenis penyakit yang menyerang jamaah setiap musim haji beberapa tahun terakhir.

Khusus tahun 2009, Nasofaringitis akut menyerang 38,21 persen jamaah haji yang melakukan kunjungan rawat jalan dan rawat inap pada Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), di Arab Saudi. Demikian disampaikan Ketua Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Dr dr Barita Sitompul, Sp.SJ, dalam rilis yang diterima Media Center Haji di Arab Saudi, Jumat (4/12/2009) malam.

Barita menjelaskan, puncak penyakit Nasofaringitis terjadi pada saat Armina. Hal ini disebabkan karena terjadi penumpukan jamaah dalam jumlah besar dari berbagai negara pada saat yang sama, sehingga menimbulkan kelelahan, yang menyebabkan turunnya daya tahan tubuh. Kondisi ini akan memudahkan terjadinya penularan virus dari orang ke orang melalui udara, makanan, air maupun media lain.

“Mencegah penularan virus Nasofaringitis dapat menggunakan masker yang dilembabkan dengan alkohol, memanfaatkan waktu seoptimal mungkin untuk istirahat, sebanyak mungkin minum air putih, termasuk membawa bekal air minumsaat bepergian, memperbanyak makanan berserat (sayuran dan buah) dan sesering mungkin cuci tangan pakai sabun atau menggunakan tisu basah,” katanya.

Post

PPIH Lacak Penyelenggara Haji Telantarkan Jamaah

In berita Haji on December 9, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , , , ,

Sumber : Detikcom, Sabtu/05 Desember 2009

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan terus berupaya untuk melacak penyelenggara ibadah haji baik perorangan maupun perusahaan yang menelantarkan jamaah hajinya sampai selesai penyelenggaraan haji. Bila terbukti, PPIH akan menyerahkan para penyelenggara haji yang melanggar itu ke polisi.

“Meski kapasitas PPIH Daker Makkah hanya berkonsentrasi kepada jemaah haji Indonesia yang resmi berangkat melalui Departemen Agama, namun kami akan tetap akan berupaya menemukan penyelenggara ibadah haji perorangan maupun perusahaan untuk mempertanggungjawabkan atas jemaah hajinya yang terlantar,” kata Kepala Daerah Kerja Makkah Subakin Abdul Muthalib kepada wartawan di ruang kerjanya Jumat (4/12/2009) malam waktu setempat.

Hal itu dikatakannya menanggapi penanganan penyelenggara ibadah haji yang menelantarkan jamaah haji nonkuota. Lebih jauh dia menjelaskan, walaupun saat ini jamaah haji yang terlantar belum memberatkan terhadap beban pemerintah yang ada tetapi perlu dilakukan tindakan tegas yang sifatnya untuk mendidik penyelenggara ibadah haji perorangan maupun perusahaan yang tidak resmi.

Menurut Subakin pihaknya sedang memanggil pihak-pihak terkait sesuai informasi yang disampaikan jamaah haji yang merasa dirugikan. Seandainya jamaah haji yang terlantar belum juga diberangkatkan ke Indonesia, maka PPIH Daker Makkah akan melakukan koordinasi dengan Konsulat Jenderal RI di Jeddah sebagai lembaga resmi perwakilan RI di luar negeri untuk melakukan tindakan lebih lanjut.

Tindakan yang dilakukan adalah jika terbukti penyelenggara ibadah haji baik perorangan maupun perusahaan yang memberangkatkan jamaah haji menelantarkan mereka akan dibuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan berdasarkan BAP diserahkan kepada polisi agar ada tanggung jawab.

“Bukan hanya di-BAP, kalau sekedar di-BAP harus tindak lanjutnya tanggung jawabnya itu kalau melakukan kesalahan di Arab Saudi harus mengikuti aturan setempat dan kalau melakukan di Indonesia nantinya akan dilaporkan pihak polisi di Indonesia. Kan kasihan mereka sudah membayar mahal tiketnya tidak punya kemudian menjadi tanggung jawab kita,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Subakin, masyarakat yang ingin berhaji agar bersabar menunggu kuota dan tidak melakukan jalan pintas yang ujung-ujungnya menjadi pekerjaan tambahan pemerintah atau perwakilan RI yang ada di Arab Saudi.Subakin menyebutkan sudah ada satu atau dua perusahaan yang diduga ilegal sudah dilakukan berita acara pemeriksaan.

“Kalau tidak terdaftar di Departemen Agama gampang kita menjewernya yang tentunya harus dikoordinasikan dengan instansi terkait,” pungkasnya.

Post

Total Jamaah Haji Wafat, 199 Orang

In berita Haji on December 9, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , ,

Sumber : Republika, Senin/ 07 Desember 2009

JEDDAH–Dengan meninggalnya 12 jemaah haji lagi Sabtu lalu, tercatat, sudah 199 orang jemaah haji Indonesia yang meningggal dunia saat menunaikan ibadah Rukun Islam Kelima di Tanah Suci.

Sistem Komunikasi Terpadu Departemen Agama (Siskohat) mengungkapkan, Minggu, nama-nama jemaah yang meninggal adalah Bambang A Sampurno (60) asal Salatiga, Ny. Rukinah Mustofa (74) asal Majalengka, Sidal Sangadullah asal Cilacap, Yaman Nasution (74) asal Kisaran, Latif Astawi (70) asal Sumedang,

Lalu, Ny. Asmah A Majid (65) asal Medan, Abdul Mugni (74) asal Temanggung, Ny. Mutmainah Toha (62) asal Banyuwangi, Slamet Sudirman 68) asal Banjarnegara, M. Nurhadi (80) asal Kudus, M. Noor (43) asal Hulu Sungai Utara Banjarmasin dan Salasa Wangelobi (71) asal Ujungpandang.

Bambang AP dan Ny. Rukinah meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan fungsi alat pernafasan, sedangkan Latif, Ny. Asmah, A Mugni, Ny. Mutmainah, Yaman, Slamet, Salasa, karena penyakit yang berhubungan dengan fungsi jantung,

Kemudian, M Noor meninggal karena hepatistis yag diidapnya. Sedangkan, M Nurhadi akibat anaemi dan Sidal akibat gagal ginjal.

Sesuai dengan tradisi, jemaah yang meninggal di Tanah Suci langsung dimakamkan, dan di Mekah biasanya dimakamkan di TPU Ma`lla, sekitar 600 meter dari Masjidil Haram, di tempat sama isteri Rasul, Siti Khadidjah dimakamkan, kakeknya, Abdul Muthalib dan puteranya, Qasim Muhammad.

Post

Kartu Bergambar Alat Komunikasi Jamaah Haji

In berita Haji on November 12, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , , , ,

Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan, dr Barita Sitompul, mengatakan saat ini pihaknya menyiapkan kartu bergambar untuk memudahkan jamaah yang harus dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Kartu tersebut tersebut merupakan terobosan PPIH tahun lalu yang diteruskan hingga sekarang.

Kartu itu terbuat dari kertas manila ukuran A4 yang bergambar beberapa macam aktivitas. Antara lain, gambar orang sakit perut, sakit kepala, menggigil, minum, berkemih, muntah-muntah, serta gambar toilet.

“Dengan kartu itulah pasien kita berkomunikasi dengan perawat di RS Arab Saudi. Kalau haus, dia tinggal panggil perawat kemudian menunjuk gambar orang minum, kalau ingin pipis tinggal tunjuk gambar orang berkemih,” terangnya, Rabu (11/11/2009).

Rencanya kartu tersebut akan dicetak sebanyak 200 yang akan diberikan kepada setiap pasien yang perlu dirujuk ke RS Arab Saudi.

“Selama ini, banyak jemaah yang tidak mau dirawat di RA Arab Saudi karena khawatir sulit berkomunikasi dengan perawat atau dokter. Namun dengan kartu ini kendala itu bisa diatasi,” pungkas Barita

Post

Menag: Biro Travel Haji Banyak Yang Ilegal

In berita Haji on November 12, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , , , , , , , , , , ,

Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan bahwa dari 220 biro perjalanan haji hanya 120 yang memenuhi persyaratan, sedangkan sisanya adalah ilegal.

“Hanya 120 biro travel haji yang memenuhi syarat sebagaimana ditentukan Departemen Agama,” katanya setelah menghadiri pengukuhan KH Ali Maschan Moesa sebagai guru besar IAIN Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur, Rabu.

Ia menduga banyaknya biro travel haji yang tidak memenuhi syarat itu menyebabkan banyak jamaah calon haji Indonesia yang terkatung-katung nasibnya.

“Itu karena mereka tetap menerima pendaftaran masyarakat yang menunaikan ibadah haji, padahal kuotanya sudah habis, sehingga banyak jamaah haji nonkuota yang tidak jelas nasibnya,” katanya.

Menurut dia, pihaknya mencatat ada 191.000 jamaah haji reguler yang mendapatkan visa dan 17.240 jamaah haji khusus yang juga memegang visa.

“Kalau jumlahnya di luar itu maka perlu dipertanyakan kepada Pemerintah Arab Saudi, kenapa bisa membengkak jumlahnya,” katanya.

Ia mengatakan para jamaah haji nonkuota itu bisa saja melakukan ibadah haji, namun tidak ada jaminan dalam hal pemondokan, transportasi, dan makan.

“Namun, pemerintah Indonesia tetap akan bertanggungjawab terhadap nasib para jamaah haji itu, mengingat mereka merupakan warga negara Indonesia yang akan tetap kita perhatikan,” katanya.

Post

Hamas-Fatah Buka Perjalanan Haji Warga Gaza

In berita Haji on November 11, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , ,

GAZA–Ratusan warga Jalur Gaza berangkat ke Makkah, Jumat, untuk ibadah haji tahunan, setelah Hamas dan Fatah mengesampingkan perselisihan mereka untuk menyetujui daftar 4.500 peserta perjalanan itu. Israel juga membolehkan pengiriman vaksin ke Gaza untuk menangkal virus flu H1N1, guna melindungi jamaah dari penyakit flu babi. Vaksinasi dilaksanakan ketika jamaah masuk Mesir melalui perlintasan Rafah di ujung selatan jalur itu.

Warga Palestina dari Gaza tidak dapat melakukan ibadah haji tahun lalu karena perselisihan antara kedua gerakan politik penting Palestina itu. Kelompok Islam Hamas merebut kekuasan jalur pantai miskin itu pada 2007 dan mengusir para anggota kelompok sekuler Fatah.

Meskipun ada satu tahun penengahan Mesir, kedua kelompok itu tidak berusaha untuk mendamaikan perbedaan mereka atau bahkan menyetujui mengenai jadwal langkah-langkah ke arah berakhirnya perbedaan prinsip. Namun pemerintah yang dipimpin-Fatah di Tepi Barat dan pemerintah Hamas di Gaza telah berusaha untuk menyetujui daftar nama untuk diajukan pada pemerintah Arab Saudi yang menyelenggarakan ibadah haji.

Sami Abdallah, 34, warga Gaza, berharap kerja sama Hamas-Fatah dapat menjadi model untuk menyembuhkan pembelahan politik yang telah memecah-belah Palestina. “Saya minta mereka untuk mengakhiri pembagian itu atau membiarkan kami sendiri,” tegas Abdallah, yang menyertai ibunya dalam ibadah haji itu.

Post

11 Pos di Makkah cegah Haji ilegal

In berita Haji on November 11, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , , , , , , , , ,

Pemerintah Arab Saudi mendirikan 11 pos pemeriksaan di seluruh pintu masuk kota Makkah, Arab Saudi. Pos-pos pemeriksaan yang menggunakan peralatan berteknologi canggih ini untuk mencegah masuknya jamaah haji ilegal.

“Kami memiliki staf yang berkualitas dari angkatan laut, udara dan darat yang ditempatkan di semua pintu masuk untuk menyambut dan melayani jamaah haji selama berada di Makkah dan Madinah,” kata Komandan Pasukan Keamanan Haji untuk Paspor Taghaleeb, Kolonel Ayied bin Al-Harbi kepada Arab News, yang juga dikutip Media Center Haji PPIH, Makkah, Senin (9/11/2009).

Ayied akan memberikan sanksi hukuman yang berat bagi setiap orang yang mencoba menyelundupkan jamaah haji domestik dan tidak mempunyai izin haji. Jamaah haji domestik perlu memiliki izin haji, vaksinasi dan foto kopi Iqama dan akan diperiksa di pos-pos pemeriksaan.

“Pelaku akan dikenakan denda 10.000 Riyals Saudi atau pidana penjara paling lama enam bulan atau terkena kedua hukuman tersebut,” tegasnya.

Ditambahkan Ayied, hukuman mungkin juga termasuk penyitaan kendaraan, pelanggaran terhadap pelayanan publik dan dideportasi.

“Kami memiliki alat untuk mengungkapkan dokumen-dokumen palsu dan juga memiliki pasukan keamanan untuk mencegah jamaah haji ilegal masuk ke Makkah melalui berbagai jalur darat,” jelasnya.

Sementara mengenai orang-orang yang masa tinggalnya sudah habis dan berada di bawah Jembatan Al-Mansour di Makkah, Kolonel Ayied mengatakan akan mendeportasi secara bertahap setelah dilakukan pemeriksaan sidik jari. Pihak imigrasi setempat akan berkoordinasi dengan aparat keamanan dan konsulat.

“Kami sedang bekerja keras mencarikan solusi akhir yang memastikan bahwa overstayers ilegal ini tidak akan pernah berani kembali,” tuturnya.

Post

Monorel untuk Angkut Jamaah Haji Tahun Depan

In berita Haji on November 11, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , , ,

Pemerintah Arab Saudi mulai mengoperasikan monorel tahun depan. Monorel ini nantinya dikhususkan untuk mengangkut jamaah calon haji seputar Makkah-Arafah-Muzdalifah dan Mina.

Wakil Menteri Urusan Perkotaan dan Pedesaan Arab Saudi, Habeeb Zain Al Abidine mengatakan, pihaknya akan menyiapkan 500 ribu monorel. Diperkiraan waktu untuk mengangkut seluruh jamaah dalam tempo 6-8 jam.

“Monorel ini, akan menggantikan fungsi 30 ribu bus yang selama ini dipergunakan untuk mengangkut jamaah haji,” kata Zain Al-Abidene ketika berbicara di seminar tentang proyek-proyek teknik sipil untuk haji seperti dilansir Arabnews, yang juga dikutip oleh Media Center Haji PPIH, Makkah, Senin (9/11/2009).

Zain Al-Abidine mengatakan, proyek monorel yang dibangun dengan biaya 675 miliar Riyal Saudi akan membawa perubahan besar dalam layanan tranportasi haji.

“Jika proyek ini berjalan sukses, kami akan mengembangkan dan menerapkan sistem monorel untuk pengangkutan jamaah haji di tempat-tempat lain,” jelasnya.

Pemerintah Arab Saudi sendiri saat ini tengah mengkaji untuk memperluas proyek monorel ke stasiun dekat Masjidil Haram di Makkah agar bisa integrasi dengan sistem angkutan lainya, seperti Haramain Railway yang menghubungkan Makkah dan Madinah. Proyek ini dilakukan dengan kerjasama pemerintah China, yang kesepakatannya telah ditandatangani di hadapan Raja Abdullah dan Presiden Cina Hu Jintao di Riyadh pada 10 Februari 2009 lalu.

Zain Al Abidine, yang juga Sekretaris Jenderal Komisi Pembangunan Makkah, Madinah dan tempat-tempat suci, mengatakan studi kelayakan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan internasional telah mengusulkan lima monorel yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan ibadah haji.

“Studi kelayakan monorel ini menyarankan, proyek kedua dibangun dua atau tiga tahun setelah pembangunan pertama,” katanya, seraya menambahkan bahwa satu monorel menelan biaya 4 miliar Riyal Saudi. Proyek pertama monorel diharapkan dapat mengangkut 1 juta jamaah haji dan 360 ribu jamaah lokal.

Post

Pemondokan Haji kurang dari 4.000 meter

In berita Haji on November 11, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , , ,

Pemerintah terus berupaya memaksimalkan pelayanan ibadah haji dari tahun ke tahun. Untuk tahun 2010, pemerintah menargetkan mendapatkan pemondokan haji yang jauhnya maksimal 4.000 meter dari Masjidil Haram. Dengan demikian, bisa meminimalisir kebutuhan transportasi jamaah di tanah suci.

Untuk musim haji tahun ini, pemondokan jamaah haji Indonesia dibagi dalam dua ring. Ring pertama berjarak maksimal 2 ribu meter dari Masjidil Haram. Sedangkan ring 2 berjarak maksimal 7 ribu meter dari Masjidil Haram.

Untuk masalah kesehatan dan catering, Menag berjanji akan semakin memaksimalkan pelayanan, agar kejadian-kejadian yang tidak diinginkan tahun lalu tidak terulang lagi.

Beliau menambahkan, hingga saat ini total jamaah haji yang meninggal dunia mencapai 21 orang, sementara 45 orang dirawat di rumah sakit. Bagi yang meninggal, Menag berjanji akan memberi santunan berupa asuransi sebesar Rp 32 juta bagi yang sakit. Sedangkan asuransi Rp 64 juta akan diberikan bagi jamaah haji yang meninggal akibat kecelakaan.

Post

Penyelenggara Haji Nonkuota Diminta Berkoordinasi

In berita Haji on November 6, 2009 by azeezaazhar Tagged: , , , , ,

Sumber : ANTARA News, Kamis (5/11)

Kepala Daerah Kerja Mekah Badan Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (BPIH) Subhan Cholid meminta para penyelenggara haji swasta nonkuota berkoordinasi dengan departemen agama, guna menghindari terlantarnya jemaah calon haji (calhaj) yang dikelola mereka.

Menurut Subhan, para calhaj nonkuota tersebut bisa berangkat ke Tanah Suci dan memperoleh visa haji yang diurus sendiri oleh agen-agen perusahaan penyelenggara haji swasta dengan ongkos berkisar antara Rp50 juta sampai Rp70 juta, tergantung fasilitas yang mereka terima dan lamanya ibadah haji.

“Kewenangan penuh pemerintah Arab Saudi untuk mengeluarkan visa, dan kami tidak bisa melarangnya,” ujar Subhan seraya menambahkan, karena sudah ada yang mengurusnya, BPIH hanya memantau supaya pelayanan bagi para jemaah haji nonkuota itu berjalan lancar.

Menurut Kadaker, berbeda dengan haji BPIH Khusus (ONH Plus) dimana mulai pendaftaran, pembayaran biaya haji, pengurusan visa dan jadwal keberangkatan mereka yang dikoordinasikan dengan departemen agama, untuk calhaj nonkuota tersebut, departemen agama tidak tahu menahu.

Namun demikian, menurut Subhan, sejauh ini ia menyaksikan tidak ada masalah dan 80 calhaj nonkuota, Rabu (4/11) malam, telah mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Ke-80 calhaj itu sudah melewati proses pemeriksaan imigrasi dan membayar russum sebesar 1.029 Rial (Biaya akomodasi dan pemondokan selama melakukan ibadah haji di Tanah Suci) kepada “Maktab Wukala” (penyelenggara haji di Arab Saudi).

Pada bagian lain Subhan mengemukakan bahwa pada gelombang kedua kedatangan calon haji Indonesia mulai 7 sampai 22 November nanti, diperkirakan akan terjadi kelambatan-kelambatan jadwal pesawat mengingat tingginya frekuensi penerbangan di Bandara KAA Jeddah.

Menurut dia, jika pada gelombang pertama hanya sekitar tujuh sampai delapan kloter pesawat yang membawa calhaj Indonesia, pada gelombang kedua nanti, akan mendarat 20 sampai 25 kloter pesawat sehari.

Bandara KAA Jeddah saat itu diperkirakan akan didarati sekitar 160 pesawat sehari yang membawa para calhaj dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Menurut catatan, sampai hari Kamis, tercatat sekitar 101.550 calhaj gelombang pertama asal Indonesia yang tiba, baik melalui Bandara KAA Jeddah mapun Bandara Amir Muhammad Abdul Aziz, Madinah.

Pada Gelombang I calhaj berkumpul untuk melakukan “Arbain” (shalat waktu 40 hari) di Mesjid Nabawi, Madinah, sementara jemaah calhaj gelombang II (sekitar 90.000 orang) yang seluruhnya mendarat di Bandara debarkasi Jeddah, langsung diberangkatkan ke Mekah (sekitar 70 Km dari Jeddah).

Sementara itu, Koordinator Urusan Penjemputan Haji Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Arief Pramono mengemukakan bahwa sekitar 11.200 calhaj yang diberangkatkan oleh 79 biro perjalanan swasta di bawah koordinasi Himpuh sudah siap diberangkatkan setelah pengurusan dokumentasi mereka (visa dan barcode) selesai diurus.